Selasa, 02 November 2010

Aspek Fisik, Psikososial dan Isu-Isu Komersial Sepanjang Daur Kehidupan

Posted by Scherly Oktaviani at 16.39 0 comments
FASE-FASE PERKEMBANGAN


1. FASE KONSEPSI
A. ASPEK FISIK
B. ASPEK PSIKOSOSIAL
C. ISU-ISU KOMERSILAN
2. FASE BAYI (0-1 TAHUN)
A. ASPEK FISIK
B. ASPEK PSIKOSOSIAL
Pararel dengan Fase Oral dari Freud, namun bagi Erikson kegiatan bayi tidak terikat dengan mulut semata; bayi adalah saat untuk memasukkan (incorporation), bukan hanya melalui mulut (menelan) tetapi juga dari semua indera. Tahap sensori oral ditandai oleh dua jenis inkorporasi: mendapat (receiving) dan menerima (accepting). Tahun pertama kehidupannya, bayi memakai sebagian besar waktunya untuk makan, eliminasi (buang kotoran), dan tidur. Ketika ia menyadari ibu akan memberi makan/minum secara teratur, mereka belajar dan memperoleh kualitas ego atau identitas ego yang pertama, perasaan kepercayaan dasar (basic trust). Bayi harus mengalami rasa lapar, haus, nyeri, dan ketidaknyamanan lain, dan kemudian mengalami perbaikan atau hilangnya kondisi yang tidak menyenangkan itu. Dari peristiwa itu bayi akan belajar mengharap bahwa hal yang menyakitkan ke depan bisa berubah menjadi menyenangkan. Bayi menangkap hubungannya dengan ibu sebagai sesuatu yang keramat (numinous).

C. ISU-ISU KOMERSIAL

3. FASE ANAK-ANAK (1-3 TAHUN)
A. ASPEK FISIK
B. ASPEK PSIKOSOSIAL
Dalam teori Erikson, anak memperoleh kepuasan bukan dari keberhasilan mengontrol alat-alat anus saja, tetapi juga dari keberhasilan mengontrol fungsi tubuh yang lain seperti urinasi, berjalan, melempar, memegang, dan sebagainya. Pada tahun kedua, penyesuaian psikososial terpusat pada otot anal-uretral (Anal-Urethral Muscular); anak belajar mengontrol tubuhnya, khususnya yang berhubungan dengan kebersihan. Pada tahap ini anak dihadapkan dengan budaya yang menghambat ekspresi diri serta hak dan kewajiban. Anak belajar untuk melakukan pembatasan-pembatasan dan kontrol diri dan menerima kontrol dari orang lain. Hasil mengatasi krisis otonomi versus malu-ragu adalah kekuatan dasar kemauan. Ini adalah permulaan dari kebebasan kemauan dan kekuatan kemauan (benar-benar hanya permulaan), yang menjadi ujud virtue kemauan di dalam egonya. Pada tahap ini pola komunikasi mengembangkan penilaian benar atau salah dari tingkah laku diri dan orang lain, disebut bijaksana (judicious).

C. ISU-ISU KOMERSIAL

4. USIA BERMAIN (3-6 TAHUN)
A. ASPEK FISIK
B. ASPEK PSIKOSOSIAL
Pada tahap ini Erkson mementingkan perkembangan pada fase bermain, yakni; identifikasi dengan orang tua (odipus kompleks), mengembangkan gerakan tubuh, ketrampilan bahasa, rasa ingin tahu, imajinasi, dan kemampuan menentukan tujuan. Erikson mengakui gejala odipus muncul sebagai dampak dari fase psikososeksual genital-locomotor, namun diberi makna yang berbeda. Menurutnya, situasi odipus adalah prototip dari kekuatan yang abadi dari kehidupan manusia. Aktivitas genital pada usia bermain diikuti dengan peningkatan fasilitas untuk bergerak. Inisiatif yang dipakai anak untuk memilih dan mengejar berbagai tujuan, seperti kawain dengan ibu/ayah, atau meninggalkan rumah, juga untuk menekan atau menunda suatu tujuan. Konflik antara inisiatif dengan berdosa menghasilkan kekuatan dasar (virtue) tujuan (purpose). Tahap ini dipenuhi dengan fantasi anak, menjadi ayah, ibu, menjadi karakter baik untuk mengalahkan penjahat
C. ISU-ISU KOMERSIAL

5. USIA SEKOLAH (6-12 TAHUN)
A. ASPEK FISIK
B. ASPEK PSIKOSOSIAL
Pada usia ini dunia sosial anak meluas keluar dari dunia keluarga, anak bergaul dengan teman sebaya, guru, dan orang dewasa lainnya. Pada usia ini keingintahuan menjadi sangat kuat dan hal itu berkaitan dengan perjuangan dasar menjadi berkemampuan (competence). Memendam insting seksual sangat penting karena akan membuat anak dapat memakain enerjinya untuk mempelajari teknologi dan budayanya serta interaksi sosialnya. Krisis psikososial pada tahap ini adalah antara ketekunan dengan perasaan inferior (industry – inveriority). Dari konflik antar ketekunan dengan inferiorita, anak mengembangkan kekuatan dasar: kemampuan (competency). Di sekolah, anak banyak belajar tentang sistem, aturan, metoda yang membuat suatu pekrjaan dapat dilakukan dengan efektif dan efisien.
C. ISU-ISU KOMERSIAL

6. ADOLESEN (12-20 TAHUN)
A. ASPEK FISIK
A. ASPEK PSIKOSOSIAL
Tahap ini merupakan tahap yang paling penting diantara tahap perkembangan lainnya, karena orang harus mencapai tingkat identitas ego yang cukup baik. Bagi Erikson, pubertas (puberty) penting bukan karena kemasakan seksual, tetapi karena pubertas memacu harapan peran dewasa pada masa yang akan datang. Pencarian identitas ego mencapai puncaknya pada fase ini, ketika remaja berjuang untuk menemukan siapa dirinya. Kekuatan dasar yang muncul dari krisis identitas pada tahap adolesen adalah kesetiaan (fidelity); yaitu setia dalam beberapa pandangan idiologi atau visi masa depan. Memilih dan memiliki ediologi akan memberi pola umum kehidupan diri, bagaimana berpakaian, pilihan musik dan buku bacaan, dan pengaturan waktu sehari-hari.
A. ISU-ISU KOMERSIAL
Penyebaran Penyakit HIV/AIDS Meluas
Penyebaran penyakit HIV/AIDS tak boleh dianggap sebelah mata. Dari waktu ke waktu jumlah pasien penyakit mematikan ini cenderung melonjak. Di Lamongan terdapat 118 orang dengan HIV/AIDS (ODHA), 38 di antaranya meninggal dunia.Dinas Kesehatan Lamongan mencatat,penyebaran virus itu indikasi penyebaran itu meluas ke Kecamatan Ngimbang berpusat di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sekaran, Sukodadi, dan Pucuk. Mengkhawatirkannya, muncul karena di kawasan itu ditemukan tujuh ODHA.Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Lamongan Aris Wibawa menyatakan, jarum suntik dan prostitusi merupakan faktor terbesar pemicu penularan virus HIV/ AIDS di Kabupaten Lamongan. Dia menjelaskan, ratarata penderita HIV/AIDS yang terdaftar di voulentaire consultan test telah memasuki stadium II. Aris juga mengakui bahwa penyebaran penyakit HIV/ AIDS tersebut kian hari kian meluas.
Di Lembaga Pemasyarakatan Lamongan juga ditemukan 20 penderita HIV/ AIDS.Penderita ini diketahui setelah mereka melakukan tes darah dan diteruskan tes laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri kembali
menemukan seorang penderita penyakit menular HIV/AIDS. Sayangnya, hingga kini petugas masih kesulitan untuk mengamankanâ penderita yang diduga
sebagai waria tersebut. Temuan tersebut disampaikan Kabid Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Nur Munawaroh. Menurut dia,waria berusia 35 tahun tersebut diindikasikan mengidap virus HIV oleh petugas pemantau di lapangan pada akhir September lalu. Setiap hari kami selalu mencari orang orang yang terindikasi HIV/ AIDS. Hasilnya, kembali
kami dapat satu waria, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri kembali menemukan
seorang penderita penyakit menular HIV/AIDS. Sayangnya, hingga kini petugas masih kesulitan untuk mengamankanâ penderita yang diduga sebagai waria tersebut. Temuan tersebut disampaikan Kabid Pencegahan Penyakit
dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Nur Munawaroh. Menurut dia,waria berusia 35 tahun tersebut diindikasikan mengidap virus HIV oleh petugas pemantau di lapangan pada akhir September lalu. Setiap hari kami selalu mencari orang orang yang terindikasi HIV/ AIDS. Hasilnya, kembali kami dapat satu waria,
Pertumbuhan angka penderita ini lumayan cepat. Setiap bulan kami selalu menemukan minimal 1 orang.Di luar sana mungkin saja ada ribuan yang
belum terdeteksi, kata Nur Munawaroh. Melalui pemetaan yang dilakukan petugas, 9% jumlah penderita HIV/AIDS berasal dari kelompok waria,
19% dari kaum lelaki hidung belang, dan sisanya sebesar 72% terdiri atas kaum perempuan. Khusus kelompok perempuan,jumlah tertinggi disumbangkan
para pekerja seks komersial (PSK),disusul kemudian para TKW Dengan jumlah lokalisasi di Kabupaten Kediri yang mencapai sembilan tempat, penularan penyakit ini berlangsung cukup cepat. Tiga lokalisasi yang paling rawan terjadi penularan berada di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, yang merupakan kompleks lokalisasi. Temuan tersebut terus mengalami peningkatan dari
tahun ke tahun. Pada 2006 jumlah penderita HIV sebanyak 8 orang dan AIDS sebanyak 5 orang Dengan jumlah lokalisasi di Kabupaten Kediri yang mencapai
sembilan tempat, penularan penyakit ini berlangsung cukup cepat. Tiga lokalisasi yang paling rawan terjadi penularan berada di Kecamatan Gurah,Kabupaten Kediri, yang merupakan kompleks lokalisasi. Temuan tersebut terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2006 jumlah penderita HIV sebanyak 8 orang dan AIDS sebanyak 5 orang
KESIMPULAN
Kondisi ini mengundang keprihatinan kalangan dewan yang menganggap pemerintah belum serius menangani persoalan kesehatan masyarakat. Anggota DPRD Kabupaten Kediri dari Partai Amanat Nasional (PAN) Iska menyatakan,seharusnya Pemkab Kediri memberikan perhatian lebih melalui alokasi dana APBD di bidang ini. Kondisi ini seharusnya membuka mata pemerintah untuk tidak terlalu memprioritaskan pembangunan fisik. Anggaran kesehatan dan pendidikan masih jauh di bawah kebutuhan,keluhnya
ABORSI
DEFINISI
Menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah “abortus”. Berarti pengeluaran hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma) sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Ini adalah suatu proses pengakhiran hidup dari janin sebelum diberi kesempatan untuk bertumbuh.
Dalam dunia kedokteran dikenal 3 macam aborsi, yaitu:
1.Aborsi Spontan / Alamiah
2.Aborsi Buatan / Sengaja
3. Aborsi Terapeutik / Medis
Aborsi spontan / alamiah berlangsung tanpa tindakan apapun. Kebanyakan disebabkan karena kurang baiknya kualitas sel telur dan sel sperma, sedangkan
Aborsi buatan / sengaja adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan 28 minggu sebagai suatu akibat tindakan yang disengaja dan disadari oleh calon ibu maupun si pelaksana aborsi (dalam hal ini dokter, bidan atau dukun beranak).
Aborsi terapeutik / medis adalah pengguguran kandungan buatan yang dilakukan atas indikasi medik. Sebagai contoh, calon ibu yang sedang hamil tetapi mempunyai penyakit darah tinggi menahun atau penyakit jantung yang parah yang dapat membahayakan baik calon ibu maupun janin yang dikandungnya. Tetapi ini semua atas pertimbangan medis yang matang dan tidak tergesa-gesa.
STATISTIK
Frekuensi terjadinya aborsi sangat sulit dihitung secara akurat,
karena aborsi buatan sangat sering terjadi tanpa dilaporkan – kecuali jika terjadi komplikasi, sehingga perlu perawatan di Rumah Sakit.
Akan tetapi, berdasarkan perkiraan dari BKBN, ada sekitar 2.000.000 kasus aborsi yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia. Berarti ada 2.000.000 nyawa yang dibunuh setiap tahunnya secara keji tanpa banyak yang tahu.
Jumlah kematian karena aborsi melebihi kematian perang manapun
Data statistik mengenai kasus aborsi di luar negeri – khususnya di Amerika – dikumpulkan oleh dua badan utama, yaitu Federal Centers for Disease Control (CDC) dan Alan Guttmacher Institute (AGI).
Hasil pendataan mereka menunjukkan bahwa jumlah nyawa yang dibunuh dalam kasus aborsi di Amerika – yaitu hampir 2 juta jiwa – lebih banyak dari jumlah nyawa manusia yang dibunuh dalam perang manapun dalam sejarah negara itu.
Sebagai gambaran, jumlah kematian orang Amerika dari tiap-tiap perang adalah:
1.Perang Vietnam – 58.151 jiwa
2.Perang Korea – 54.246 jiwa
3.Perang Dunia II – 407.316 jiwa
4.Perang Dunia I – 116.708 jiwa
5. Civil War (Perang Sipil) – 498.332 jiwa
Secara total, dalam sejarah dunia, jumlah kematian karena aborsi jauh melebihi jumlah orang yang meninggal dalam semua perang jika digabungkan sekaligus.
Jumlah kematian karena aborsi melebihi semua kecelakaan


7. DEWASA AWAL (20-30 TAHUN)
A. ASPEK FISIK
B. ASPEK PSIKOSOSIAL
Pengalaman adolesen dalam mencari identitas dibutuhkan oleh dewasa-awal. Perkembangan psikosesual tahap ini disebut perkelaminan (genitality). Keakraban (intimacy) adalah kemampuan untuk menyatukan identitas diri dengan identitas orang lain tanpa ketakutan kehilangan identitas diri itu. Cinta adalah kesetiaan yang masak sebagai dampak dari perbedaan dasar antara pria dan wanita. Cinta selain di samping bermuatan intimasi juga membutuhkan sedikit isolasi, karena masing-masing partner tetap boleh memiliki identitas yang terpisah. Ritualisasi pada tahap ini adalah Afiliasi, refleksi dari kenyataan adanya cinta, mempertahankan persahabatan, ikatan kerja.
C. ISU-ISU KOMERSIAL
8. FASE HAMIL / KEHAMILAN
A. ASPEKFISIK
Faktor fisik seorang ibu hamil dipengaruhi oleh status kesehatan dan status gizi ibu tersebut. Status kesehatan dapat diketahui dengan memeriksakan diri dan kehamilannya ke pelayanan kesehatan terdekat, puskesmas, rumah bersalin, atau poliklinik kebidanan. Pemeriksaan itu bertujuan untuk Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima bayi, Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental ibu, Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi, Mempersiapkan ibu agar dapat melahirkan dengan selamat, Mempersiapkan agar masa nifas berjalan normal, Memantau kemajuan kehamilan.
Selain itu status gizi ibu hamil juga merupakan hal yang sangat berpengaruh selama masa kehamilan. Kekurangan gizi tentu saja akan menyebabkan akibat yang buruk bagi si ibu dan janinnya. Ibu dapat menderita anemia, sehingga suplai darah yang mengantarkan oksigen dan makanan pada janinnya akan terhambat, sehingga janin akan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Di lain pihak kelebihan gizi pun ternyata dapat berdampak yang tidak baik juga terhadap ibu dan janin. Janin akan tumbuh besar melebihi berat normal, sehingga ibu akan kesulitan saat proses persalinan.
Yang harus diperhatikan adalah ibu hamil harus banyak mengkonsumsi makanan kaya serat, protein (tidak harus selalu protein hewani seperti daging atau ikan, protein nabati seperti tahu, tempe sangat baik untuk dikonsumsi) banyak minum air putih dan mengurangi garam atau makanan yang terlalu asin.


B. ASPEK PSIKOSOSIAL
Faktor Psikologis yang turut mempengaruhi kehamilan biasanya terdiri dari :
Stressor. Stress yang terjadi pada ibu hamil dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Janin dapat mengalami keterhambatan perkembangan atau gangguan emosi saat lahir nanti jika stress pada ibu tidak tertangani dengan baik.
Dukungan keluarga juga merupakan andil yang besar dalam menentukan status kesehatan ibu. Jika seluruh keluarga mengharapkan kehamilan, mendukung bahkan memperlihatkan dukungannya dalam berbagai hal, maka ibu hamil akan merasa lebih percaya diri, lebih bahagia dan siap dalam menjalani kehamilan, persalinan dan masa nifas.

C. ISU-ISU KOMERSIAL

9. DEWASA (30-65 TAHUN)
A. ASPEK FISIK
B. ASPEK PSIKOSOSIAL
Tahap dewasa adalah waktu menempatkan diri di masyarakat dan ikut bertanggung jawab terhadap apapun yang dihasilkan dari masyarakat. Kualitas sintonik tahap dewasa adalah generativita, yaitu penurunan kehidupan baru, serta produk dan ide baru. Kepedulian (care) adalah perluasan komitmen untuk merawat orang lain, merawat produk dan ide yang membutuhkan perhatian. Kepedulian membutuhkan semua kekuatan dasar ego sebelumnya sebagai kekuatan dasar orang dewasa. Generasional adalah interaksi antara orang dewasa dengan generasi penerusnya bisa berupa pemberian hadiah atau sanjungan, sedangkan otoritisme mengandung pemaksaan. Orang dewasa dengan kekuatan dan kekuasaannya memaksa aturan, moral, dan kemauan pribadi dalam interaksi.
C. ISU-ISU KOMERSIAL

10. USIA TUA (>65 TAHUN)
A. ASPEK FISIK
B. ASPEK PSIKOSOSIAL
Menjadi tua sudah tidak menghasilkan keturunan, tetapi masih produktif dan kreatif dalam hal lain, misalnya memberi perhatian/merawat generasi penerus – cucu dan remaja pada umumnya. Tahap terakhir dari psikoseksual adalah generalisasi sensualitas (Generalized Sensuality): memperoleh kenikmatan dari berbagai sensasi fisik, penglihatan, pendengaran, kecapan, bau, pelukan, dan juga stimulasi genital. Banyak terjadi pada krisis psikososial terakhir ini, kualita distonik “putus asa” yang menang. Orang dengan kebijaksanaan yang matang, tetap mempertahankan integritasnya ketika kemampuan fisik dan mentalnya menurun. Pada tahap usia tua, ritualisasinya adalah integral; ungkapan kebijaksanaan dan pemahaman makna kehidupan. Interaksi yang tidak mementingkan keinginan dan kebutuhan duniawi.

C. ISU-ISU KOMERSIAL


Sumber: Alwisol. 2007. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM press

Pemeriksaan diagnostik kehamilan

Posted by Scherly Oktaviani at 16.38 0 comments
Pemeriksaan diagnostik kehamilan merupakan salah satu cara untuk mengetahui hal-hal lain yang menyangkut dengan kehamilan seseorang.
Meliputi:

Hamil atau tidak
Primi atau multigravida
Tuanya kehamilan
Anak hidup atau mati
Anak tunggal atau kembar
Letak anak
Anak intra uterin atau extrauterin
Keadaan jalan lahir
Keadaan umum penderita

Secara garis besar alasan dilakukannya tes kehamilan ini adalah Untuk memastikan kehamilan setelah menjalani perawatan medis (termasuk pengobatan fertilitas) dan Untuk memastikan kehamilan normal.

Pemeriksaan diagnostik kehamilan ini terdiri atas pemeriksaan lab. dan pemeriksaan canggih.
1. PEMERIKSAAN LABORATORIUM.
Pemeriksaan ini meliputi tes urin dan tes darah. Kedua tes ini sama-sama mencari adanya hCG di dalam sampel yang diambil. Perbedaannya, tes darah dilakukan di rumah sakit sedangkan tes urin bisa di lakukan sendiri di rumah.

a. TES DARAH

Tes darah dapat dilakukan sekitar 10 hari setelah ovulasi. Tes darah biasanya lebih sensitif, tapi harganya lebih mahal dan tidak mudah dilakukan.
Dokter menggunakan dua jenis tes darah untuk memeriksa kehamilan yakni kualitatif dan kuantitatif. Tes darah dapat mendeteksi HCG lebih awal daripada tes urin. Tes darah dapat mendeteksi kehamilan sekitar enam sampai delapan hari setelah Anda berovulasi (melepaskan sel telur dari ovarium). Tes darah kuantitatif atau disebut juga tes beta HCG dapat menunjukkan berapa tepatnya kadar HCG dalam darah Anda bahkan saat kadarnya masih sedikit. Tes darah kualitatif hanya akan menunjukkan apakah ada HCG atau tidak. Jenis tes darah ini memiliki akurasi yang sama dengan tes urin.
Selama hamil, mungkin Ibu perlu melakukan pemeriksaan darah beberapa kali. Jangan khawatir, pemeriksaan ini tidak beresiko terhadap bayi.
Melalui pemeriksaan darah, bisa diketahui:
• Kadar zat besi dalam darah. Bila rendah, Ibu akan merasa mudah lelah dan lesu. Masih ingat kan, makanan sumber zat besi yang perlu Ibu konsumsi? Bayam dan daging merah. Bila kadar zat besi Ibu berubah-ubah selama kehamilan, jangan ragu melakukan tes lagi di kehamilan 28 minggu.
• Golongan darah dan faktor Rhesus Ibu. Dokter harus mengetahui golongan darah Ibu, apakah darah Ibu Rhesus positive (RH+) atau Rhesus negative (RH-). Bila darah Ibu RH- dan Ibu mengandung bayi dengan RH+, tubuh Ibu akan memproduksi antibodi untuk melawan/menentang sel-sel darah RH+ . Ini berbahaya bagi bayi Ibu. Kalau dokter sudah mengetahui golongan darah Ibu, kemungkinan yang akan terjadi bisa diatasi.
• Infeksi akibat virus Toxoplasma, Rubella, dan Cytomegalovirus yang berbahaya bagi kesehatan bayi, pemeriksaan yang sering disebut pemeriksaan TORCH ini perlu untuk melihat adanya antibodi dalam darah Ibu.
• Penyakit lain seperti HIV B, Syphilis, bahkan HIV/AIDS.
Tes darah juga untuk memeriksa adanya anemia (kurang darah), dan mendeteksi adanya sifilis, AIDS, hepatitisB, juga untuk memastikan golongan darah dan antibodi Rh. Jika ibu memiliki darah Rh-negatif, maka dilakukan pemeriksaan antibodi Rh. Jika darah ibu memiliki Rh-negatif dan darah ayah memiliki Rh-positif, maka janin bisa memiliki Rh-positif. Jika darah janin yang memiliki Rh-positif memasuki peredaran darah ibu yang memiliki Rh-negatif, maka tubuh ibu akan membentuk antibodi Rh yang bisa masuk ke aliran darah janin dan merusak sel darah merah sehingga terjadi jaundice (kuning), yang bisa menyebabkan kerusakan otak atau kematian janin.
b. TES URINE

Tes urin biasanya lebih akurat bila dilakukan sekitar 14 hari setelah ovulasi, atau sekitar saat anda tidak mendapatkan haid. Dan dilakukan pada pagi hari, saat Anda pertama kali bangun tidur. Tes urine ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat strip test.
Alat ini dijual pada hampir setiap apotik dan penggunaan mudah, dengan menempatkan sampel urin pada semacam tongkat atau piringan. (Ikuti instruksi pada kotaknya). Hasilnya berupa tanda positif atau negatif. Kadar hCG diatas 5 mIU biasanya sudah dianggap hamil. Sebagian alat untuk tes urin mengukur kadar hCG antara 25 – 200 mIU. Tidak ada resiko bila menjalani tes ini.


Cara kerja tes kehamilan ini.
Alat tes kehamilan mendeteksi hormon khusus yang ada dalam urin atau darah yang hanya ada ketika seorang perempuan sedang hamil. Hormon yang sering disebut dengan hormon kehamilan ini adalah HCG atau human chorionic gonadotropin. HCG diproduksi oleh plasenta dan hormon ini ada dalam tubuh ketika sel telur yang telah dibuahi menempel ke rahim. Hal ini terjadi sekitar enam hari setelah hubungan seksual. Tetapi pada beberapa perempuan, lamanya bisa lebih dari enam hari. Kadar HCG akan meningkat secara drastis seiring dengan bertumbuhnya janin.
Keakuratan tes ini.
Banyak merek alat tes kehamilan mengklaim memiliki akurasi 99% bahkan satu minggu setelah berhubungan seksual. Sedangkan riset menunjukkan bahwa semakin dini melakukan tes, semakin tidak akurat hasilnya. Sebaiknya tunggu satu minggu setelah terlambat menstruasi sebelum melakukan tes. Bila tidak sabar menunggu, lebih baik memeriksakan diri ke dokter. Alat tes kehamilan bisa memiliki akurasi yang baik, namun akurasi ini tergantung dari kapan dan bagaimana Anda menggunakannya.
Pastikan mengikuti petunjuk penggunaan produk dan memperhatikan tanggal kadaluarsa. Produk dengan merek yang berbeda akan memiliki instruksi yang berbeda untuk mengambil sampel urin dan waktu yang dibutuhkan untuk menunggu munculnya hasil tes.
Ketika melihat hasil, Anda tidak perlu memperhatikan seberapa tebal garisnya. Bila itu menunjukkan simbol positif, meski warnanya pudar, itu berarti positif.
Kadar HCG dalam urin meningkat seiring berjalannya waktu. Jadi, semakin awal Anda melakukan tes kehamilan, semakin sulit bagi alat tes untuk mendeteksi keberadaan HCG.
Anda juga bisa meningkatkan akurasinya dengan melakukan tes di pagi hari saat urin masih pekat.
Meski Anda sedang minum obat, termasuk pil KB dan antibiotik, hal ini tidak akan mempengaruhi hasi tes kehamilan Anda. Begitupula dengan alkohol. Namun, begitu Anda tahu positif hamil, Anda sebaiknya berhenti minum alkohol.
Bila sebelumnya Anda mengikuti terapi hormon untuk meningkatkan kesuburan, hasil tes urin maupun tes darah tidak bisa diandalkan. Obat-obatan yang Anda minum tersebut bisa jadi mengandung HCG. Untuk mengetahui kehamilan, Anda perlu USG.
Biasanya tes ini juga dikenal dengan Tes Sensitive. Terdiri atas sensitive STRIP dan COMPACT.
Cara menggunakan sensitive:
Untuk SensitiF STRIP, urin pertama pagi hari di tampung pada wadah yang bersih dan kering. Buka kemasan alumunium foil, keluarkan strip. Celupkan strip ke dalam sampel urin sampai batas maksimum selama 1/2 menit.
Untuk SensitiF COMPACT, sobek kemasan aluminium foil dan keluarkan SensitiF COMPACT. Buka tutupnya dan pegan SensitiF COMPACT ke arah kucuran urin saat buang air kecil. Pegang SensitiF COMPACT dengan posisi ujung resapan menghadap ke bawah selama minimal 10 detik hingga kondisi ujung resapan cukup basah karena dialiri urin. Jangan membasahi jendela petunjuk hasil.
Pada SensitiF STRIP, hasil akan keluar dalam waktu 1-3 menit setelah melakukan tes. Hasil dapat muncul lebih lama jika kehamilan masih sangat dini dan sampel urin yang digunakan bukan urin pertama di pagi hari. Jangan membaca hasil setelah lebih dari 5 menit, karena dikhawatirkan akan timbul garis baru yang membingungkan.
Pada SensitiF COMPACT, hasil akan keluar dalam waktu 3 menit. Jika dalam 3 menit garis merah belum muncul, tunggu 1 menit lagi. Hasil positif baru akan timbul 1 menit lebih lama tergantung dari banyaknya konsentrasi hormon hCG.

Jika hasil tidak muncul dalam 3 menit:
Pada SensitiF STRIP, hal ini dapat terjadi dikarenakan urin yang dicelup melebihi batas maksimal pada strip. Atau strip uji tidak langsung digunakan setelah bungkus dibuka. Lakukan lah kembali tes uji kehamilan dengan SensitiF STRIP yang baru.
Untuk SensitiF COMPACT, hal ini dapat terjadi karena ujung resapan kurang dibasahi urin. Sesuai dengan petunjuk pemakaian, urin dikucurkan minimal 10 detik langsung pada ujung resapan.
Warna garis yang muncul tidak harus selalu sama. Warna dan ketebalan garis bervariasi mulai dari merah muda hingga ungu, tipis hingga tebal. Jika keduanya muncul, itu menandakan bahwa anda hamil (positif). Ketebalan garis kedua disebabkan oleh banyaknya kadar hCG yang terditeksi pada urin anda. Apabila anda ragu, silahkan mengulangi tes dengan SensitiF beberapa hari kemudian.
Pada SensitiF STRIP, hasil negatif ditandai dengan munculnya satu garis merah.
Pada SensitiF COMPACT, hasil negatif ditandai dengan hanya munculnya satu garis merah pada jendela kontrol (berbentuk bulat). Jika hasil tes menunjukkan negatif, artinya saat dilakukan tes, urin anda tidak mengandung hormon hCG dan menunjukan anda tidak hamil. Ulangi lagi tes kehamilan beberapa waktu kemudian dengan SensitiF yang baru. Jika hasil tetap negatif dan anda belum juga datang bulan, perksalah ke dokter kandungan.
Alat tes kehamilan ini mudah digunakan, bersifat pribadi, dan harganya terjangkau. es urin ini bisa menunjukkan hasilnya sekitar dua minggu setelah pembuahan. Bila hasil tes mengatakan Anda positif hamil, Anda perlu segera menghubungi dokter. Dokter kandungan dapat melakukan tes yang lebih sensitif dan pemeriksaan pelvis untuk memastikan kehamilan Anda.
Tes urin tidak hanya dilakukan saat memastikan kehamilan. Setelah hamil, tes urin juga perlu dilakukan untuk mengetahui apakah Ibu terpapar obat-obatan tertentu, alkohol, bahkan narkotika. Efek penggunaan obat tertentu berdampak buruk bagi perkembangan otak bayi. Penggunaan terus menerus, terutama pada awal kehamilan, bisa mengacaukan sistem syaraf bayi.
Selain itu, tes urine juga berguna untuk menghindari:
Infeksi Saluran kencing. Protein dalam urin bisa menjadi tanda adanya.
Diabetes karena glukosa dalam urin dapat mengindikasikan tingginya kadar gula.
Tes urine juga dilakukan untuk mendeteksi adanya gula dan protein dalam air seni. Untuk menilai kemungkinana kencing manis (gula dalam urin) dan menilai kemungkinan adanya kelainan fungsi ginjal (protein dalam urin).

2. PEMERIKSAAN CANGGIH.
Selain dengan tes urine dan darah, pemeriksaan diagnostik kehamilan juga dapat dilakukan dengan pemeriksaan canggih. Meliputi pemeriksaan dengan menggunakan alat-alat berteknologi tinggi. Dengan keakuratan dan ketepatan yang lebih baik. Tetapi memiliki kerugian karna dapat memberikan dampak yang buruk pada janin.
Pemeriksaan ini dapat berupa:
a. ULTRASONOGRAFI (USG)
Pemeriksaan ultrasonografi (USG) mungkin akan menjadi salah satu pemeriksaan yang paling menyenangkan selama masa kehamilan. Anda dan pasangan Anda dapat melihat bayi yang sedang tumbuh di dalam rahim. Pemeriksaan tersebut juga merupakan alat yang berguna untuk mendapatkan informasi detail dari perkembangan si janin. Pemeriksaan USG tidak menimbulkan bahaya bagi Anda maupun si bayi. Kemungkinan efek yang merugikan tersebut sudah sering diteliti dan terbukti tidak pernah ditemukan masalah.
Ultrasonografi




Keuntungan USG : Non invansif, aman, praktis, dan hasil cukup akurat.Fisik Dasar Gelombang Ultrasonik. Ultrasonografi adalah pemeriksaan yang memberikan hasil gambar dua dimensi tentang janin atau embrio yang sedang berkembang di dalam perut ibu hamil. Pemeriksaan itu mencakup penggunaan gelombang suara yang berfrekuensi tinggi yang dibuat dengan memasang pengubah arus pada suatu alat yang disebut dengan transduser.
Transduser akan menerima dan mengirimkan gelombang suara. Transduser bergerak diatas gel yang sudah dioleskan di atas perut ibu hamil. Transduser tersebut mengumpulkan gelombang suara echo ketika memantul pada bayi, kemudian komputer akan menerjemahkannya ke dalam gambar. Keadaan itu dapat diilustrasikan seperti radar yang digunakan oleh pesawat udara atau kapal selam untuk menciptakan gambaran tanah lapang di kegelapan malam ataupun di dasar lautan. USG bekerja dengan frekuensi tinggi yang terpantul kembali oleh cairan tubuh. Dengan metode ini lah kemudian alat USG dalam kondisi tertentu juga dapat digunakan untuk mendiagnosa otot, hati, ginjal dan jantung. Dokter juga akan memberikan suatu cairan tertentu pada perut ibu hamil dan kemudian menempelkan alat pemindainya di perut. Gambar rahim ibu hamil akan terlihat begitu pula janin. Untuk ibu hamil muda (1 bulan atau 2 bulan), dokter dapat melakukan USG transvaginal (melalui vagina) bila USG cara biasa belum bisa mendeteksi adanya janin, padahal saat itu ibu hamil telah mengalami terlambat datang bulan selama 1 bulan (usia janin 2 bulan).
Namun demikian dokter dapat memastikan si ibu benar-benar hamil hanya dengan melihat kondisi kantung rahim yang telah membesar. Pemeriksaan USG transvaginal hanya dilakukan bila dokter mencurigai adanya tanda-tanda kehamilan yang berbahaya seperti hamil anggur. Sebelum pemeriksaan, Anda mungkin diminta untuk meminum 1 liter air. Dengan meminum air, akan membuat teknisi kesehatan menjadi lebih mudah untuk melihat rahim. Kandung kemih terletak di depan rahim. Jika kandung kemih penuh, maka rahim terdorong ke depan dan keluar dari area panggul dan dapat dilihat dengan mudah melalui USG. Jika kandung kemih sedang kosong, rahim akan terletak lebih jauh ke bawah di dalam panggul dan membuatnya akan sulit untuk dilihat.
FUNGSI USG
Sudah sejak 1961 USG digunakan dalam dunia kedokteran kandungan. Tidak seperti X-ray yang berbahaya bagi bayi, USG menggunakan gelombang suara yang dipantulkan untuk membentuk gambaran bayi di layar komputer yang aman untuk bayi dan ibu. Yang dapat diperiksa dengan USG ntaralain:
Konfirmasi kehamilan. Embrio dalam kantung kehamilan dapat dilihat pada awal kehamilan 51/2 minggu dan detak jantung janin biasanya terobsevasi jelas dalam usia 7 minggu.
Mengetahui usia kehamilan. Untuk mengetahui usia kehamilan dapat dengan mengunakan ukuran tubuh fetus—sehingga dapat memperkirakan kapan tanggal persalinan
Menilai pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan.
Ancaman keguguran. Jika terjadi pendarahan vagina awal, USG dapat menilai kesehatan dari fetus. Jika detak jantung janin jelas maka prospek yang baik untuk melanjutkan kehamilan.
Masalah dengan plasenta. USG dapat menilai kondisi plaasenta dan menilai adanya masalah2 seperti plasenta previa dsb.
Kehamilan ganda/ kembar. USG dapat memastikan apakah ada 1 / lebih fetus di rahim.
Mengukur cairan ketuban. Masalah terjadi ketika kandungan berlebihana caira ketuban atau terlalu sedikit. Volume ( jumlah cairan) dapat dinilai/cek dengan USG.
Kelainan letak janin. Bukan saja kelainan letak janin dalam rahim tapi juga banyak kelainan janin yang dapat di ketahui dengan USG, seperti: hidrosefalus, anesefali, sumbing, kelainan jantung, kelainan kromoson (syndrome down), dll.
Dapat juga untuk menilai jenis kelamin bayi jika anda ingin mengetahuinya.
Mendapatkan informasi penting tentang otak, medulla spinalis, wajah, organ besar, anggota gerak.
Kelainan pada organ lain yang bisa diketahui dari USG adalah abnormalitas ginjal (umumnya policystic kidney disease) dan paru (pulmonary hipoplasi). Policystic kidney disease (PKD) adalah kelainan bawaan yang terdiri dari PKD autosomal resesif dan PKD autosomal dominan. Sedangkan pada pulmonary hipoplasi terlihat lingkar dada yang kecil pada janin.
Sementara itu, kegagalan dalam pertumbuhan janin, yang disebabkan oleh bligted ovum, dan missed abortion fetal death, secara ultrasound akan mudah diketahui. Efek blighted ovum sering menyebabkan pendarahan pada trimester pertama kehamilan. Dalam mendeteksi fetal growth, kelainan yang sering dijumpai adalah IUGR. Sementara, uterus yang terlalu besar, kemungkinan mengalami kehamilan kembar, kesalahan menghitung umur kehamilan, polyhydramnion dan myoma kehamilan.
Terjadinya perdarahan dalam kehamilan kemungkinan disebabkan blighted ovum, mola hydatidosa, missed abortion ataupun ectopic pregnancy. Pada kehamilan mola, USG uterus akan nampak kristal-kristal kecil. Adnexa (jaringan sekitar) uterus juga perlu diperiksa untuk mengetahui janin berada di luar uterus atau tidak (ectopic). Kadang ibu mengira hamil karena merasa tumbuh benjolan di perutnya, yang ternyata jika diperiksa adalah tumor cairan atau cyst di cavum douglasi. Perdarahan pada akhir kehamilan sering disebabkan karena plasenta previa atau migrasi plasenta.
Seringkali dijumpai USG fetus dalam kondisi anatomi maupun faal hormon tidak normal. Hal-hal yang bisa menjadi penyebab adalah penggunaan pil kontrasepsi per oral dan uterus post menopause. Yang terjadi pada uterus bisa berupa penipisan atau penebalan endometrium. Disfunctional uterine bleeding juga bisa terjadi. Kelainan uterus lain yang bisa menyebabkan kecacatan janin adalah polip, keganasan, pada endometrium maupun myometrium.
Untuk mencegah terjadinya kelainan-kelainan kehamilan, Wladimiroff menyarankan, agar ibu mengkonsumsi asam folat 0,5 mg/hari mulai 1 bulan sebelum konsepsi hingga 8 minggu periode gestasi. Jika sudah pernah mengalami kelainan serupa, risiko berulang dicegah dengan mengkonsumsi asam folat 5 mg/hari. Untungnya, menurut ahli USG kehamilan ini, hydrocephalus tidak mengakibatkan kelainan psikomotor pada anak.
Keharusan menjalani pemeriksaan USG atau tidak tergantung pada beberapa faktor seperti masalah perdarahan, masalah kehamilan sebelumnya, dan jaminan asuransi. Umumnya dokter melakukan pemeriksaan USG sedikitnya satu kali selama masa kehamilan. Jika kehamilan Anda berisiko tinggi, maka Anda biasanya akan menjalani beberapa kali pemeriksaan.
Pemeriksaan USG dapat memperlihatkan letak plasenta sehingga informasi tersebut dapat digunakan dengan pemeriksaan lain, seperti amniosentesis. Pemeriksaan tersebut juga dapat memberikan informasi tentang pertumbuhan janin, kondisi tali pusat, dan jumlah cairan ketuban dalam rahim.
Dokter atau teknisi kesehatan biasanya akan melakukan pemeriksaan USG dengan alasan sebagai berikut:
Untuk mengidentifikasi kehamilan dini.
Untuk memperlihatkan ukuran dan kecepatan pertumbuhan embrio atau janin.
Untuk mengukur kepala janin, perut, atau paha untuk menentukan durasi atau lamanya kehamilan.
Untuk mengidentifikasi janin tertentu dengan Sindrom Down.
Untuk mengidentifikasi abnormalitas janin, seperti hidrosefalus.
Untuk mengidentifikasi letak, ukuran, dan kematangan plasenta atau abnormalitas plasenta.
Untuk mendeteksi IUD.
Untuk membedakan antara keguguran maupun kehamilan ektopik (kehamilan di luar uterus).
USG 3 DAN 4 DIMENSI
Pertama kali ditemukan alat USG hanya bersifat dua dimensi dan mendeteksi kondisi kondisi bayi di permukaan saja, seperti ukuran kepala, detak jantung, susunan tulang punggung, dan tentu saja jenis kelamin. Penggambarannya tak dipahami orang awam dan memerlukan bantuan dokter untuk menjelaskannya.
Karena penggambaran yang tidak detail itu, tak sedikit dokter menjadi kurang akurat dalam memberikan diagnosis terhadap perkembangan bayi dan kondisi rahim si ibu. Diagnosa bibir sumbing, misalnya tak bisa dilakukan, juga deteksi jenis kelamin pada 4 bulan pertama kehamilan karena visualisasi yang tidak jernih dan akurat. Selain itu, USG 2 dimensi ini banyak mengandalkan air ketuban agar dokter bisa melihat dengan jelas. Selain itu, posisi bayi di dalam rahim juga ikut menyulitkan dokter untuk melihat bagian-bagian yang penting. Namun, perkembangan teknologi membuat USG kian canggih. Dengan teknologi 3 dan 4 dimensi, USG ini memungkinkan penggambaran lebih detail kondisi bayi dalam rahim ibu. Akurasinya bahkan mencapai 80 persen dan deteksi kondisi bayi secara detail bisa dilakukan sejak trimester pertama kehamilan.
Kelebihan dari alat ini dibanding alat sebelumnya adalah kemampuannya mendeteksi kelainan kromosom sejak hamil muda, dan sama sekali tidak berbahaya. Untuk mendeteksi kelainan pada janin, alat ini sangat tepat digunakan sejak kandungan memasuki usia 11-13 minggu atau pada trimester pertama. Pada usia ini janin sudah terbentuk dengan lengkap. Sebelum pada usia ini, melalui USG tekhnologi 3D atau 4D Real Time, dokter dapat mendeteksi kromosom bayi untuk mendeteksi kelainan. Kelainan ini bisa dideteksi dengan akurasi hingga 80 persen. Bahkan pada saat ini waktu kelahiran atau dating pregnancy bisa ditentukan.
Dengan teknologi canggih ini, kelainan kromosom secara nyata bisa diketahui misalnya melalui struktur tulang. Dengan mengukur tulang hidung, bisa diketahui apakah bayi yang dikandung normal atau tidak. Umumnya, bayi yang tidak memiliki tulang hidung menderita down syndrome atau abnormal. Jumlah jemari tangan dan kaki, struktur tulang punggung, ukuran kepala, termasuk bibir untuk mengetahui cacat sumbing, juga bisa dideteksi lewat USG 3 dan 4 D. Kelainan sekecil apapun, bisa terdeteksi oleh alat berbasis komputer ini. "Di 2D, ini sulit dideteksi," katanya. Tak heran, jika sebagian pasien yang pernah melihat hasil USG 2D menganggap bayinya normal, tapi pada saat kelahiran sang bayi menderita cacat bawaan.
Untuk mendiagnosa kondisi bayi, alat USG yang canggih ini dioperasikan selama minimal 20 menit. Menurut Dr. Dario, waktu yang cukup lama ini agar detil dari kondisi janin mampu terdeteksi secara keseluruhan. Karena proses USG yang berlangsung cukup lama, pasien juga harus tetap dalam kondisi yang nyaman. Dalam ruangan periksa yang nyaman, disediakan kursi periksa yang nyaman yang bisa diubah-ubah posisinya sesuai kenyamanan pasien. Di hadapan pasien juga tersedia monitor televisi ukuran 24 inci. Dari monitor TV itu, pasien bisa melihat gambar bayi dengan jelas. Gambar ini bisa dicetak dalam bentuk foto hitam putih dan berwarna. Gambar juga bisa ditransfer dalam bentuk CD ROM atau VCD. "Untuk kenang-kenangan keluarga," kata Dario diiringi tawa.
Sayangnya, karena alat ini termasuk langka, pemeriksaan USG dengan teknologi 4 D dikenakan biaya tak sedikit. Untuk pemeriksaan dan cetak foto, pasien dikenai biaya Rp 750 ribu. Di Indonesia, alat ini juga baru bisa ditemui di RS Ibu dan Anak Family Pluit. Satu alat yang diimpor dari Austria, harganya tak kurang dari Rp 2 miliar. Namun, seperti yang diungkapkan banyak pasien, untuk mengetahui kondisi bayi secara detil dan menentramkan hati orangtua yang tengah menanti si buah hati, berapa pun biayanya akan dikeluarkan.
USG merupakan sarana diagnostik medis yang aman, tidak invasif dan sederhana persiapannya, waktu yang diperlukan untuk pemeriksaan USG relatif singkat dan biaya yang dikeluarkan cukup ekonomis, sehingga tidak membuat ibu hamil malas untuk memeriksakan kandungannya .
Dengan USG dapat diketahui struktur jaringan dengan baik. Instrumen ini berbeda dengan sarana diagnostik lain, seperti X-Ray dan CT Scan. USG juga tidak memberikan efek reaksi ionisasi terhadap tubuh, sehingga tidak merusak jaringan. Hingga saat ini belum ada laporan adanya efek biologis yang ditimbulkan, meski, dari laporan WHO, penyelidikan kemungkinan adanya efek pada DNA masih terus dilakukan.
GELOMBANG USG 2D,3D,4D
Perlu diketahui istilah 2D,3D,4D adalah perkembangan kemajuan teknologi USG yang saat ini bisa menampilkan ketiga dimensi dalam bidang multiplanar sekaligus dari horisontal, frontal dan vertikal (3D) dan kini dgn ditambahkannya dimensi ke-4 yaitu realtime maka terwujudlah 4D USG.
Sedangkan jenis-jenis teknik yang dipakai tidak mengalami perubahan dari teknik B-mode, M-mode, Color Doppler dan Power Doppler, gelombang USG yang dipakai sejak alat itu dipergunakan juga tidak berubah dari 2D,3D, dan 4D.
Hanya dalam pemakaian Color Doppler dan Power Doppler saja yang berbeda, dan menggunakan gelombang ultrasound yang lebih tinggi untuk mendapatkan pantulan echo yang bisa menangkap sampai detil-detil arus darah yang mendarahi suatu jaringan, karena itu pemeriksaan ini tak lazim dipergunakan pada kehamilan trimester pertama karena menghasilkan efek panas, dimana bisa meningkatkan panas minimal 1 C lebih tinggi pada jaringan yang di scan tanpa berpindah-pindah di satu tempat saja !!
Pemeriksaan USG 4D, pada prinsipnya sama dgn pemeriksaan B-mode pada USG 2D, gelombang yang dipakai juga sama, yang berbeda adalah menampilkan gambaran 3D secara realtime. Untuk gelombang Ultrasound yang dipakai dalam tindakan operasi di luar tindakan obstetri dan ginekologi, saya tidak bisa memberikan komentar, karena saya tidak berkecimpung dalam hal itu, yang saya ketahui jelas berbeda dgn yang dipergunakan dalam teknik USG khususnya dalam bidang obstetri dan ginekologi.
WAKTU PEMERIKSAAN USG
USG pertama dilakukan pada kehamilan minggu ke 7 untuk memastikan kehamilan, menilai detak jantung janin, mengukur panjang janin untuk menilai usia kehamilan.
USG ke dua biasanya dilakukan pada kehamilan 18-22 minggu untuk menilai kelainan congenital, kelainan bentuk, posisi plasenta, detak jantung janin, juga untuk menilai perkembangan janin. Pada pemeriksaan di minggu ini anda mungkin dapat juga mengetahui jenis kelamin bayi anda.
USG yang ketiga biasanya dilakukan pada kehamilan minggu ke 34 unutk mengevaluasi ukuran fetus dan menilai pertumbuhan fetus, pergerakan dan pernafasaan, detak jantung bayi juga jumlah air ketuban di sekeliling bayi serta posisi bayi dan plasenta..
Pada dasarnya USG dapat dilakukan kapan saja selama masa kehamilan karena USG tidak berbahaya untuk bayi dan ibu. USG terutama dilakukan bila terjadi masalah kehamilan misalnya adanya detak jantung janin yang tidak teratur.
JENIS-JENIS USG
USG Awal Kehamilan
Pemeriksaan USG di awal kehamilan penting dilakukan bila Ibu mengalami nyeri, perdarahan, atau pernah mengalami keguguran atau kehamilan ectopic pada kehamilan 6-10 minggu.Karena di awal kehamilan ukuran bayi Ibu masih sangat kecil, maka scan dilakukan dengan alat khusus melalui vagina. Walaupun proses ini tidak rumit, wajar bila Ibu takut dan khawatir menjalaninya.
Dating scan (menetapkan tanggal scan)
Scan ini dilakukan pada kehamilan 6 sampai 12 minggu. Proses scan ini hanya berlangsung sekitar 10 menit. Kebanyakan rumah sakit menawarkan scan ini untuk mengetahui beberapa hal penting, seperti:
• Usia bayi Ibu
• Apakah terdapat lebih dari satu bayi
• Memeriksa detak jantung bayi
• Apakah ada kelainan yang jelas.
• Apakah ovarium Ibu dalam kondisi yang sehat
Scan Nuchal Translucency
Scan ini dilakukan untuk mengetahui apakah bayi Ibu mengalami Down’s Syndrome atau kelainan kromosom lainnya. Biasanya scan ini dilakukan pada wanita hamil beresiko tinggi atau berusia di atas 35 tahun. Saat paling baik melakukan scan ini antara usia kehamilan 11 sampai 14 minggu.
Scan di Trimester ke-2
Seperti halnya kenyamanan yang Ibu rasakan di kehamilan trimester ke-2, scan pada kehamilan 18 sampai 21 minggu ini juga jadi hal paling menggembirakan. Seru rasanya melihat melihat bayi Ibu yang sudah berkembang pesat di layar monitor. Ibu juga sudah bisa tahu jenis kelaminnya.Pemeriksaan ini hanya 15 sampai 20 menit. Pihak rumah sakit biasanya mengizinkan Ibu mencetak foto-foto bayi dari pemeriksaan tersebut.
Pada pemeriksaan ini, dokter akan memantau:
• Kepala bayi Ibu, apakah ada masalah pada otak atau bibir sumbing.
• Tulang belakang dan perut bayi lurus dan berkembang dengan baik.
• Ukuran dan bentuk jantung bayi Ibu.
• Melihat sejumlah cairan ketuban (amniotic fluid) tertelan bayi – tampak seperti gelembung hitam dalam perutnya.
• Ginjal dan kandung kemih bayi.
• Perkembangan tangan dan kaki bayi Ibu.
• Plasenta, tali ari-ari (umbilical cord) dan cairan ketuban (amniotic fluid).
• Ukuran kepala, perut dang tulang tumbuh dengan baik.
USG Pertumbuhan (Growth scan)
USG Pertumbuhan ini dilakukan hanya bila ada kekhawatiran pada tumbuh kembang bayi untuk memastikan bayi Ibu tumbuh sehat.
USG 3D dan 4D
Ibu bisa meminta dokter Ibu mengenai USG 3D. Berbeda dari USG biasa yang hanya menunjukkan gambar 2 dimensi dari bayi Ibu, pada USG 3D bayi Ibu akan terlihat lebih jelas. Bagian yang bisa dilihat melalui USG 3D juga lebih luas.

Ibu juga bisa bertanya pada dokter untuk merekam hasil USG 3Dnya ke dalam CD. Hal ini lebih mudah dilihat nanti di rumah daripada sebelumnya ketika IBU hanya bisa membawa pulang foto hasil USG. Rekaman USG 3D ini yang disebut sebagai USG 4D.
Kapan Perlu di USG?
PERSIAPAN UNTUK USG
Persiapan untuk USG tergantung jenis pemeriksaan USG yang dilakukan.
• Jika USG dilakukan melalui vagina, maka biasanya perlu mengosongkan dulu kandung kemih.
• Jika USG dilakukan dari luar, terutama jika usia kehamilan kurang dari 3 bulan, maka sebaiknya minum sekitar 2 – 3 gelas, sehingga kandung kemih cukup penuh. Anda juga akan diminta untuk menahan buang air kecil sebelum dokter melakukan pemeriksaan. Cairan itu dibutuhkan untuk memperjelas rahim dan isinya yang berada di belakang kantung kemih.
7 TIPE PROSEDEUR USG
Pada dasarnya ada tujuh uji USG namun pada proses utamanya sama. Ketujuh tipe prosedur tersebut adalah:
Pindai Transvaginal:
Sebuah alat pemindai yang dirancang khusus digunakan di dalam vagina untuk menghasilkan citra sonogram. Paling sering digunakan di masa awal kehamilan.
Ultrasonografi standar:
Uji USG umum yang menggunakan sebuah pemindai untuk menghasilkan citra dua dimensi dari janin yang berkembang.USG 2D hanya dapat melihat bayi dari salah satu sisi saja
Ultrasonografi lanjutan:
Uji ini mirip dengan USG standar, namun uji ini lebih ditujukan untuk memeriksa penyakit tertentu dan menggunakan peralatan yang lebih canggih
USG Doppler:
Prosedur pencitraan ini mengukur perubahan pada frekuensi gelombang ultrasonografi saat dipantulkan obyek bergerak, seperti sel darah.
USG 3-D:
Dilakukan dengan menggunakan pemindai yang dirancang khusus dan piranti lunak untuk menghasilkan citra tiga dimensi dari janin yang sedang berkembang.Janin dapat terlihat utuh dan jelas, seperti laiknya bayi yang sesungguhnya.
USG 3-D dinamis atau 4-D:
Dilakukan dengan pemindai yang dirancang khusus untuk melihat wajah dan pergerakan bayi sebelum kelahiran.seluruh tubuh bayi , berikut gerak-gerik seperti kita menonton film animasi dapat dilihat.
Echokardiografi Janin:
Menggunakan gelombang suara ultra untuk mengetahui fungsi dan anatomi jantung bayi. Ini digunakan untuk membantu pemeriksaan dugaan cacat jantung kongenital.
TIPS UNTUK MELAKUKAN USG
1. USG minimal dilakukan 2 kali selama masa kehamilan
2. Lakukan pemeriksaan USG pada dokter yang kompeten
3. Keuntungan lain dengan USG 3D-4D gambar dapat direkam dalam bentuk CD-ROM dimana animasi disimpan dalam format jpg dan bisa dilihat di komputer, tidak hanya dicetak seperti hasil USG 2D selama ini.
4. USG 3D-4D ini paling ideal bila dilakukan pada janin yang berumur 24-28 minggu, dimana air ketuban masih cukup sehingga muka bayi dapat terlihat.
5. Pada trimester pertama dan USG dilakukan tidak dengan USG transvaginal, dianjurkan untuk mengosongkan kandung kemih kira-kira satu jam sebelum pemeriksaan kemudian minum 2-3 gelas, jadi diperlukan kandung kemih cukup penuh. Beda dengan USG transvaginal, kandung kemih harus dalam keadaan kosong.
6. USG aman selama dilakukan oleh ahli yang kompeten.

EFEK BIOLOGIK GELOMBANG ULTRASONIK
Perubahan – perubahan siklik yang terjadi pada perambatan gel ultrasonik : getaran partikel, perubahan tekanan, peruabahan densitas, dan perubahan suhu.Semua perubahan diatas bersifat sementara dan penagruhnya sangat kecil, banyaknya panas yang timbul didalam jaringan tubuh ditentukan oleh : intensitas, lamanya pemaparan, dan koefisien absorpsi jaringan. Pemakaian gel ultrasonik dan intensitas tinggi dapat menimbulkan fenomena kavitasi pada medium yang berupa cairan.Faktor yang menambah keamanan penggunaan USG yang banyak dipakai saat ini mempunyai intensits <10 MW/Cm2. Faktor lain yang menambah keamanan penggunaan USG, baik terhadap ibu maupun janin :
1. Gel ultrasonik yang digunakan adalah jenis pulsa, sehingga efek kumulatif di dalam jar sangat kecil
2 Dinding abdomen ibu (pada transabdominal) akan mengabsorpsi sebagian intensitas gel ultrasonik
3. Vaskularisasi pada dinding abdomen ibu dan janin akan menetralisir efek panas dari gel ultrasonik.
4 . Pemakaian USG jenis real tim dan adanya gerakan janin akan menghindari terfokusnya intensitas gelombang ultrasonik pada suatu organ yang lama
INDIKASI PEMERIKSA USG OBSTETRI:
1. Usia kehamilan tidak jelas
2. Tersangka kehamilan multipel
3. Perdarahan dalam kehamilan
4. Tersangka kematian mudiqah (janin)
5. Tersangka kehamilan ektopik
6. Tersangka kehamilan mola
7.Terdapat perbedaan tinggi fundus uteri dan lamanya amenorea
8. Presentasi janin tidak jelas
9. Tersangka pertumbuhan janin terhambat
10.Tersangka janin besar
11.Tersangka oligohidramnion/polihidramnion
12. Penentuan profil tersangka biofisik janin
13. Evaluasi letak dan keadaan plasenta
14. Adanya resiko/tersangka cacat bawaan
15. Alat bantu dalam tindakan obstetri, seperti versi luar, versi ekstraksi, plasenta manual, dsb
16. Tersangka hamil dengan IUD
17. Tersangka kehamilan dengan bentuk uterus abnormal
18. Tersangka kehamilan dengan bentuk uterus abnormal
19. Sebagai alat bantu dalam tindakan intervensi seperti amniosintesis, biopsivili korales, transfusi intrauterine, fetuskopi, dsb.

CARA PEMERIKSAAN USG DAN TEMUAN-TEMUANNYA
KEPALA
Hidrosefalus, Anasefalus, Mikrosefalus, Ensefalokel.
Ensefalokel disebabkan oleh defek tulang kepala, biasanya terjadi di bagian oksipital, kadang-kadang juga dibagian nasal, frontal atau parietal pada defek yang besar sering disertai hermiasi jaringan otak (eksensefalus).Ensefalokel mudah dideteksi dengan USG bila defek tulang kepala cukup besar, apalagi bila sudah herniasi. Akan tetapi lesi pada tulang kepala menjadi sulit dikenali bila terdapat digohidramin.
SPINA
Pada penampang longitudinal, spina terlihat sebagai 2 garis paralel yang ekhogenik menyerupai gambaran rel kereta api.
SPINA BIFIDA
Merupakan kelainan sel neural akibat kegagalan dalam proses penutupan arkus vertebrata. Dapat terjadi di daerah lumbo sakral (90%), toraks (6%), serukal (3%). Pada 70% kasus dijumpai adanya hidrosefalus. Toraks à dengan melihat struktur jangtung di dalamnya.
Bentuk = gell shape dengan bagian apeks menunjuk ke arah kranial dan bagian basal dibatasi diafragma.
USG : yang dipakai penampang longitudinal melalui keempat rongga jantung (four-chamber view)
ABDOMEN
Disertai kelainan jantung, sel kemih atau kelainan pada sindroma down
Obstruksi sel cerna bagian proximal ileum à hidramnio
Hidrops fetalis diserta asites serta pembesarn hepar dan limfa
Kelainan abdomen dapat dideteksi dengan USG :
- Obstruksi traktus gastronitestinal
- Gastrokisis, omfalokel
- Hernia umbilikalis
- Hernia diafragma
TRAKTUS UROGENITALIS
Banyaknya cairan amnion, terutama kehamilan trimester III, sangat ditentukan oleh banyaknya urin yang diproduksi janin.
- Sindrom potter (agenesis renal bilateral, oligohiodramnion, kelainan bentuk wajah, hipoplasia paru)
- Ginjal polikistik bilateral (resesif autosomal) à terlihat massa tumor ekhogenik intra abdomen
- Ginjal multikistik à unilateral à 20% (paling sering) Ø 1-2 cm à 6 cm
- Obstruksi sel kencing distal (uretral) à kandung kencing melebar + hidronefrosis dan dilatasi ureter.
ESKTREMITAS
Untuk mendeteksi adanya diplasia seperti dwafisme, fekomelia, okhondroplasi dan beberapa keadaan hipomineralisasi (akhondrogenesis, osteogenesis, imperfekta, dsb)
Kelainan jari : polidaktili, adakhili, sindaktili dan ektrodakili.
ALAT KELAMIN
Mudah diidentifikasi dengan USG setelah kehamilan 20 mg
Penyulit pada : Oligohidramin, Kehamilan multipel, Janin sungsang

b. RONTGEN
Dengan sinar rontgen kelihatan rangka janin pada usia 15 minggu. Tentu saja pemeriksaan dengan sinar rontgen ini tidak dianjurkan jika hanya bertujuan untuk mengetahui kehamilan, akibat sinarnya tidak aman.
Khusus foto rontgen alias sinar-X memang san4/8/gat tidak dianjurkan bagi ibu hamil. Sinar X dapat mengubah kromosom bayi di dalam kandungan yang berisiko bayi lahir cacat,'' ujarnya. Bagaimana bila keadaan gawat darurat? ''Kalaupun terpaksa, perut harus ditutup dengan bahan tertentu yang terbuat dari timah.
Pengertian Sinar X
Sinar X atau sinar rontgen adalah suatu sinar pancaran radiasi yang memiliki daya tembus sifat mengionkan benda yang dilewatinya. Meskipun dia memiliki sifat sinar pada umumnya, yaitu berjalan melalui garis lurus, namun ia juga memiliki efek bias. Itulah sebabnya dokter ahli radiologi selalu bersembunyi di balik tirai berlapis timbal (Pb), atau menggunakan flanel jacket berlapis timbal. Menurut teori, paparan sinar x yang jauh tidak menimbulkan pengaruh bagi janin selama tingkat radiasi paparannya kurang dari 0,5 rad. Namun tidak dapat dipastikan apakah kondisinya akan aman atau tidak, mengingat sinar X adalah cahaya radiasi yang tak terlihat.
Sinar-X adalah sejenis radiasi ion bertenaga besar yang bila terjadi kontak dengan suatu material akan menyebabkan material tersebut kehilangan elektron dan terionisasi. Paparan radiasinya diukur dengan satuan rad atau unit radiasi yang diserap. Satuan lain adalah penghitungan berdasarkan kerusakan biologis akibat paparan radiasinya. Penting untuk diingat, bahwa sinar-x mempengaruhi hanya jaringan tubuh yang mendapat kontak langsung dengan sinarnya. Misalnya rontgen pada tangan tidak menimbulkan pengaruh radiasi ke organ lainnya.

Sinar-X dan Kehamilan
Sinar-X merupakan radiasi berenergi kuat yang tergantung pada dosisnya, dapat mengurangi pembelahan sel, merusak materi genetik, dan menimbulkan efek pada bayi yang belum dilahirkan. Sel-sel yang membelah cepat adalah paling sensitif terhadap paparan sinar-x. Bayi dalam perut ibu sensitif terhadap sinar-x karena sel-selnya masih dalam taraf pembelahan dengan cepat, dan berkembang menjadi jaringan dan organ yang berbeda-beda. Pada dosis tertentu, paparan sinar-x pada wanita hamil dapat menyebabkan keguguran atau cacat pada janin yang dikandungnya, termasuk kemungkinan terjadinya kanker pada usia dewasa. Memang sebagian besar prosedur pemaparan sinar-x menghasilkan radiasi yang relatif ringan. Namun sebagai langkah jaga-jaga, penggunaan sinar-x pada wanita hamil kecuali benar-benar perlu, harus dihindari. Wanita yang melalui pemeriksaan rontgen sebelum mengetahui status kehamilannya harus berbicara kepada dokternya.
Bayi dalam perut ibu adalah sensitif terhadap sinar X karena bayi tersebut sedang mengalami pembelahan sel-sel secara cepat untuk menjadi jaringan dan organ yang bermacam-macam.Tergantung pada tingkat paparannya, sinar X yang dipaparkan kepada wanita hamil dapat berpotensi menimbulkan keguguran, atau cacat janin, termasuk malformasi, pertumbuhan terlambat, terbentuk kanker pada usia dewasanya, atau kelainan lainnya. Komisi pengaturan nuklir memberikan gambaran radiasi 2-6 pada janin akan meningkatkan resiko terbentuknya sel kanker. Namun ada pendapat lain yang mengatakan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paparan 5 - 10 rad pada wanita hamil dan cacat bawaan. Berikut adalah tabel yang merangkum efek sinar-X terhadap janin dalam rahim.
Sebuah penelitian di Inggris memperkirakan jumlah paparan sinar X pada janin setelah ibunya mengalami pemeriksaan rontgen sebelum menyadari bahwa mereka dalam keadaan hamil. Hasil pemeriksaannya cukup menggembirakan, bahwa janin hanya terpapar 0.5 - 1.5 rad setelah pemeriksaan rontgen perut atau punggung bawah ibu, sementara bagian tubuh ibu yang jauh menerima paparan 10-100x lebih rendah. Komisi pengaturan nuklir membatasi satuan 2 rads sebagai ambang radiasi yang mungkin menyebabkan kerusakan janin.

Menggunakan sinar X untuk tes kehamilan.
Bayi dalam perut ibu adalah sensitif terhadap sinar X karena bayi tersebut sedang mengalami pembelahan sel-sel secara cepat untuk menjadi jaringan dan organ yang bermacam-macam.Tergantung pada tingkat paparannya, sinar X yang dipaparkan kepada wanita hamil dapat berpotensi menimbulkan keguguran, atau cacat janin, termasuk malformasi, pertumbuhan terlambat, terbentuk kanker pada usia dewasanya, atau kelainan lainnya. Komisi pengaturan nuklir memberikan gambaran radiasi 2-6 pada janin akan meningkatkan resiko terbentuknya sel kanker. Namun ada pendapat lain yang mengatakan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paparan 5 - 10 rad pada wanita hamil dan cacat bawaan. Berikut adalah tabel yang merangkum efek sinar-X terhadap janin dalam rahim.
Sebuah penelitian di Inggris memperkirakan jumlah paparan sinar X pada janin setelah ibunya mengalami pemeriksaan rontgen sebelum menyadari bahwa mereka dalam keadaan hamil. Hasil pemeriksaannya cukup menggembirakan, bahwa janin hanya terpapar 0.5 - 1.5 rad setelah pemeriksaan rontgen perut atau punggung bawah ibu, sementara bagian tubuh ibu yang jauh menerima paparan 10-100x lebih rendah. Komisi pengaturan nuklir membatasi satuan 2 rads sebagai ambang radiasi yang mungkin menyebabkan kerusakan janin.

Usia Kehamilan (minggu ke) Efek
0–1 (pre-implantasi) Kematian embryo
2–7 (pembentukan organ) Malformasi, pertumbuhan terhambat, kanker
8–40 (fetal stage) Malformasi, pertumbuhan terhambat, kanker, gangguan pertumbuhan mental

Jadi sinar x itu tidak aman. Apalagi kalau harus melakukan tes kehamilan dengan sinar x tanpa ada indikasi tertentu. Tentunya akan lebih berbahaya lagi bagi janin.


^_^scherly

Penyimpangan Kehamilan

Posted by Scherly Oktaviani at 16.38 0 comments
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Penyakit dan kelainan pada kehamilan masih menduduki peringkat tertinggi dalam angka kematian ibu dan bayi. Hal ini terjadi karna tidak adanya antisipasi dan deteksi dini yang dilakukan terhadap tanda dan gejala penyimpangan yang terjadi pada masa kehamilan. Akibatnya indikasi yang terjadi terlambat dan tidak dapat diatasi. Karna itu perlu perhatian yang lebih terhadap gejala-gejala yang muncul sebagai akibat dari penyimpangan keadaan normal kehamilan.

1.2 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk menyelesaikan tugas Asuhan Kebidanan 1.

1.3 Manfaat
Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini adalah untuk :
1. Memberikan informasi pada pembaca tentang gejala dan penyimpangan kehamilan yang perlu di waspadai..
2. Menambah pengetahuan penulis tentang mengidentifikasi tanda dan gejala penyimpangan dari kehamilan normal.
3. Menginformasikan tindakan segera yang perlu dilakukan terhadap kelainan dalam kehamilan.
4. Mengarahkan pembaca terutama ibu hamil dalam menghadapi gejala yang tidak wajar dalam kehamilan.



BAB II
ISI DAN PEMBAHASAN

Mengidentifikasi Tanda Dan Gejala Penyimpangan Dari Keadaan Normal Kehamilan

2.1. Pengertian
Tanda dan gejala penyimpangan dari keadaan normal kehamilan adalah tanda gejala yang menunjukkan adanya keadaan-keadaan yang tidak normal dari ibu atau bayi yang dikandung yang mengindikasikan adanya bahaya dan terwujud dalam respon anatomis maupun fisiologis. Bila ada tanda bahaya ibu perlu mendapat pertolongan segera di rumah sakit.
Kebanyakan kehamilan berakhir dengan persalinan dan masa nifas yang normal. Namun 15 sampai 20 diantara 100 ibu hamil mengalami gangguan pada kehamilan, persalinan atau nifas. Gangguan tersebut dapat terjadi secara mendadak, dan biasanya tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Karena itu, tiap ibu hamil, keluarga dan masyarakat perlu mengetahui, mengenali dan mengidentifikasi gejala penyimpanan yang terjadi pada setiap kehamilan. Tujuannya, agar dapat segera mencari pertolongan ke bidan, dokter, atau langsung ke rumah sakit, untuk menyelamatkan jiwa ibu dan bayi yang dikandungnya.
Tanda dan gejala penyimpangan dari keadaan normal kehamilan dapat diketahui dengan mengidentifikasi dan mendeteksi secara dini penyimpangan yang mungkin terjadi supaya tidak terjadi komplikasi lebih lanjut.
2.2. Tujuan
Mengidentifikasi tanda dan gejala penyimpangan dari keadaan normal kehamilan ini bertujuan untuk menafsirkan, menyimpulkan dan menangani indikasi dari gejala penyimpangan tersebut secara sempurna sehingga kesakitan atau kematian ibu dan bayi dapat dicegah.

2.3. Deteksi Dini Untuk Mengetahui Penyimpangan dari Kehamilan Normal.

Deteksi dini terhadap komplikasi kehamilan adalah upaya penjaringan
yang dilakukan untuk menemukan penyimpangan -penyimpangan yang terjadi
selama kehamilan ibu secara dini.
Upaya yang dapat dilakukan ibu dalam deteksi dini terhadap komplikasi
kehamilan :
Memeriksakan kehamilan sedini mungkin dan teratur ke Posyandu,
Puskesmas, Rumah Sakit paling sedikit 4 kali selama masa kehamilan.
Imunisasi TT 2x.
Bila ditemukan kelainan-kelainan risiko tinggi pemeriksaan harus lebih sering
dan lebih intensif.
Makan makanan yang bergizi yaitu memenuhi 4 sehat 5 sempurna.

Hal-hal yang dapat dilakukan seorang ibu untuk menghindari terjadinya
komplikasi kehamilan:
Dengan mengenal tanda-tanda bahaya kehamilan secara dini.
Segera Posyandu, Puskesmas, atau Rumah Sakit terdekat bila ditemukan
tanda-tanda penyimpangan dari keadaan normal kehamilan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi upaya deteksi dini seseorang terhadap
komplikasi kehamilan:
Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan merupakan faktor yang mendukung perilaku ibu dalam
upaya deteksi dini komplikasi kehamilan. Ibu dengan tingkat pendidikan
tinggi lebih mudah memperoleh informasi tentang kesehatan.
Informasi
Menurut Snehandu B.Kar (Notoatmodjo, 2003) informasi tentang kesehatan
mempengaruhi seseorang dalam hal upaya deteksi dini komplikasi
kehamilan. Upaya deteksi dini seseorang yang rendah disebabkan karena
tidak atau kurangnya memperoleh informasi yang kuat.
Budaya
Menurut WHO (Notoatmodjo, 2003) upaya deteksi dini seseorang juga
dipengaruhi oleh faktor budaya. Kebudayaan ini terbentuk dalam waktu yang
lama sebagai akibat dari kehidupan suatu masyarakat bersama.
Sosial Ekonomi
Menurut WHO (Notoatmodjo, 2003) faktor ekonomi juga berpengaruh
terhadap seseorang dalam upaya deteksi dini komplikasi kehamilan. Status
ekonomi keluarga juga berperan bagi seseorang dalam mengambil
keputusan bertindak termasuk tindakan yang berhubungan dengan
kesehatan.

2.4. Identifikasi Tanda dan Gejala Penyimpangan dari Keadaan Normal Kehamilan
Ada beberapa tanda bahaya dan penyimpangan dari keadaan normal kehamilan yang perlu dikenali yaitu :
Ibu tidak mau makan dan muntah terus Kebanyakan ibu hamil dengan umur kehamilan 1-3 bulan sering merasa mual dan kadang-kadang muntah. Keadaan ini normal dan akan hilang dengan sendirinya pada kehamilan lebih dari 3 bulan. Tetapi, bila ibu tetap tidak mau makan, muntah terus menerus sampai ibu lemah dan tak dapat bangun, keadaan ini berbahaya bagi keadan janin dan kesehatan. Keadaan umum menjadi lebih buruk, dinamakan Hiperemesis Gravidarum
Berat badan ibu hamil tidak naik Selama kehamilan berat badan ibu naik sekitar 9-12 kg, karena adanya pertumbuhan janin dan bertambahnya jaringan tubuh ibu akibat kehamilan. Kenaikan berat badan itu biasanya terlihat nyata sejak kehamilan berumur 4 bulan sampai menjelang persalinan. Bila berat badan ibu tidak naik pada akhir bulan keempat atau kurang dari 45 kg pada akhir bulan keenam, pertumbuhan janin mungking terganggu. Kehidupan janin mungking terancam. Ibu mungkin kekurangan gizi. Mungkin juga ibu mempunyai penyakit lain, seperti batuk menahun, malaria, dll yang segera perlu diobati.
Perdarahan Perdarahan melalui jalan lahir pada kehamilan sering merupakan tanda bahaya yang dapat berakibat kematian ibu dan atau janin. Perdarahan vagina dalam kehamilan adalah jarang yang normal. Pada masa awal sekali kehamilan, ibu mungkin akan mengalami perdarahan yang sedikit atau spotting disekitar waktu pertama haidnya. Perdarahan ini adalah perdarahan implantasi dan ini normal terjadi. Pada waktu yang lain dalam kehamilan, perdarahan ringan mungkin pertanda dari servik yang rapuh atau erosi. Perdarahan semacam ini mungkin normal atau mungkin suatu tanda adanya infeksi. Pada awal kehamilan, perdarahan yang tidak normal adalah yang merah, perdarahan yang banyak, atau perdarahan dengan nyeri. Perdarahan ini dapat berarti abortus, kehamilan mola atau kehamilan ektopik. Pada kehamilan lanjut, perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak, dan kadang -kadang, tetapi tidak selalu, disertai dengan rasa nyeri. Perdarahan semacam ini bisa berarti plasenta previa atau abrupsio plasenta.
Bengkak tangan/wajah, sakit kepala, dan dapat diikuti kejang Sedikit bengkak pada kaki atau tungkai bawah pada umur kehamilan 6 bulan ke atas mungkin masih normal. Tetapi , sedikit bengkak pada tangan atau wajah, apa lagi bila disertai tekanan darah tinggi dan sakit kepala (pusing), Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan, dan seringkali merupakan ketidaknyamanan yang no rmal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala hebat yang menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Kadang-kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatannya men jadi kabur atau berbayang. Ssangat berbahaya bila keadaan ini dibiarkan maka ibu dapat mengalami kejang-kejang. Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan dan terjadinya gejala -gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati sehingga muntah. Bila semakin berat, penglihatan semakin kabur, kesadaran menurun kemudian kejang. Kejang dalam kehamilan dapat merupakan gejala dari eklampsia Keadaan ini sering menyebabkan kematian ibu serta janin. Bila ditemukan satu atau lebih gejala tersebut, ibu harus segera meminta pertolongan kepada bidan terdekat untuk di bawa ke rumah sakit
Gerakan janin berkurang atau tidak ada Pada keadaan normal, gerakan janin dapat dirasakan ibu pertama kali pada umur kehamilan 4-5 bulan. Beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi tidur gerakannya akan melemah. Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam 1 jam jika ibu berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan bai). Sejak saat itu, gerakan janin sering dirasakan ibu.Janin yang sehat bergerak secara teratur. Bila gerakan janin berkurang, melemah atau tidak bergerak sama sekali dalam 12 jam, kehidupan bayi mungkin terancam. Ibu perlu segera mencari pertolongan.
Demam Tinggi Ibu menderita demam dengan suhu tubuh >38ºC dalam kehamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat merupakan gejala adanya infeksi dalam kehamilan. Penanganan demam antara lain dengan istirahat baring, mi num banyak dan mengompres untuk menurunkan suhu (Saifuddin,2002). Demam dapat disebabkan oleh infeksi dalam kehamilan yaitu masuknya mikroorganisme pathogen ke dalam tubuh wanita hamil yang kemudian menyebabkan timbulnya tanda atau gejala –gejala penyakit. Pada infeksi berat dapat terjadi demam dan gangguan fungsi organ vital. Infeksi dapat terjadi selama kehamilan, persalinan dan masa nifas.
Kelainan letak janin Pada keadaan normal, kepala janin berada di bagian bawah rahim ibu dan menghadap ke arah punggung ibu. Menjelang persalinan, kepala bayi turun dan masuk ke rongga panggul ibu. Kadang-kadang letak bayi tidak normal sampai umur kehamilan 9 bulan. Pada keadaan ini, ibu harus melahirkan di rumah sakit, agar ibu dan bayi dapat diselamatkan. Persalinan mungkin mengalami gangguan atau memerlukan tindakan. Anjurkan ibu/keluarganya untuk menabung.
Kelainan letak janin antara lain :
Letak Lintang Merupakan kelainan letak janin di dalam rahim pada kehamilan
tua (8-9 bulan): kepala ada di samping kanan at au kiri dalam rahim ibu. Bayi letak lintang tidak dapat lahir melalui jalan lahir biasa, karena sumbu tubuh janin melintang terhadap sumbu tubuh ibu. Bayi membutuhkan pertolongan operasi sesar.
Letak Sungsang Letak sungsang merupakan kelainan letak janin di dalam rahim
pada kehamilan tua (hamil 8-9 bulan), dengan kepala di atas dan bokong atau kaki di bawah. Bayi letak sungsang lebih sukar lahir, karena kepala lahir terakhir. Menurut Manuaba (1998) penyebab letak sungsang dapat berasal dari pihak ibu (keadaan rahim, keadaan plasenta, keadaan jalan lahir) dan dari janin (tali pusat pendek, hidrosefalus, kehamilan kembar, hidramnion, prematuritas). Kalau menjelang persalinan terlihat bagian tubuh bayi di jalan lahir, misalnya tangan, kaki atau tali pusat, maka ibu perlu segera di bawa ke rumah sakit
Ketuban pecah sebelum waktunya (KPD) Biasanya ketuban pecah menjelang persalinan, setelah ada tanda awal persalinan seperti mulas dan keluarnya lendir, bercampur sedikit darah. Cairan ketuban biasanya berwarna jenih kekuningan. Bila ketuban telah pecah dan cairan ketuban keluar sebelum ibu mengalami tanda-tanda persalinan, janin dan ibu akan mudah terinfeksi. Hal ini berbahaya bagi ibu maupun janin. Ibu perlu segera mendapat pertolongan bidan terdekat untuk di bawa ke rumah sakit.
Nyeri perut yang hebat Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan
normal adalah tidak normal. Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam keselamatan jiwa adalah yang hebat, menetap, dan tidak hilang setelah istirahat. Hal ini bisa berarti appendiksitis, kehamilan ektopik, aborsi, penyakit radang pelviks, persalinan pre term, gastritis, penyakit kantong empedu, iritasi uterus, abrupsi placenta, infeksi saluran kemih atau infeksi lainnya
Selaput kelopak mata pucat Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan keadaan hemoglobin di bawah 11gr% pada trimester I dan III, <10,5gr% pada trimester II. Nilai tersebut dan perbedaannya dengan wanita tidak hamil terjadi hemodilusi, terutama pada trimester II. Anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut bahkan tak jarang keduanya saling berinteraksi.

Jika ibu menemui gejala -gejala berikut ini, itu artinya alarm tanda bahaya telah berbunyi, dan segeralah telepon dokter untuk meminta saran tindakan apa yang seharusnya dilakukan:
Sakit perut yang hebat atau bertahan lama.
Perdarahan atau terjadi bercak pada vagina.
Bocornya cairan atau perubahan dalam cairan yang keluar dari vagina. Yakni jika menjadi berair, lengket, atau berdarah.
Adanya tekanan pada panggul, sakit dipunggung bagian bawah
atau kram sebelum usia 37 minggu kehamilan.
Pipis yang sakit atau terasa seperti tebakar.
Sedikit pipis atau tidak pipis sama sekali.
Muntah berat atau berulangkali.
Menggigil atau demam di atas 101 º F(38,3 º C).
Rasa gatal yang menetap diseluruh tubuh, khususn ya jika dibarengi kulit tubuh menguning, urine berwarna gelap, dan feses berwarna pucat.
Gangguan penglihatan, seperti pandangan ganda, pandangan kabur, buram, atau ada titik mata yang terasa silau jika memandang sesuatu.
Sakit kepala berat yang bertahan l ebih dari 2-3 jam.
Pembengkakan atau terasa berat akibat cairan (edema) pada tangan, muka dan sekitar mata, atau penambahan berat badan yang tiba-tiba, sekitar 1 kilo atau lebih, yang tidak berkaitan dengan pola makan.
Kram parah yang menetap pada kaki ata u betis, yang tidak mereda ketika ibu hamil menekuk lutut dan menyentuhkan lutut itu ke hidung.
Penurunan gerakan janin. Sebagai panduan umum, jika terjadi kurang dari 10 gerakan dalam 12 jam pada kehamilan minggu ke - 26 atau lebih, artinya kondisi janin ti dak normal.
Trauma atau cedera pada daerah perut.
Pingsan atau pusing-pusing , dengan atau tanpa palpitasi (pupil mata menyempit).
Masalah kesehatan lain yang biasanya membuat ibu telepon ke dokter, meski jika tidak sedang hamil .
2.5. Tanda dan Gejala Penyimpangan dari Penyakit Ibu Yang Membahayakan Kehamilan
Kesehatan dan pertumbuhan janin dipengaruhi oleh kesehatan ibu. Bila ibu mempunyai penyakit yang berlangsung lama atau merugikan kehamilannya, maka kesehatan dan kehidupan janinpun terancam. Karna itu perlu juga mengidentifikasi tanda dan gejala penyakit tersebut pada kehamilan.
Beberapa penyakit yang merugikan kehamilan antara lain:

2.5.1 Penyakit Jantung Keluhan yang dirasakan oleh ibu hamil antara lain sesak napas, jantung berdebar, dada terasa berat (kadang -kadang nyeri), nadi cepat, kaki bengkak Keluhan tersebut timbul di waktu kerja be rat. Sedangkan pada payah jantung yang berat dirasa pada saat kerja ringan atau sedang beristirahat/berbaring. Pada saat kehamilan, penyakit jantung ini akan menjadi lebih berat. Pengaruh penyakit jantung terhadap kehamilan adalah dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan janin dengan berat badan lahir rendah, prematuritas, kematian janin dalam rahim dan juga dapat terjadi abortus (Mochtar, 1998).
2.5.2 Tuberkulosis Keluhan-keluhan yang dirasakan oleh ibu hamil antara lain batuk lama tak sembuh-sembuh, tidak suka makan, badan lemah dan semakin kurus, batuk darah. Penyakit ini tidak berpengaruh secara langsung terhadap janin dan tidak memberikan penularan selama kehamilannya. Janin baru akan tertular setelah dilahirkan. Bila tuberkulosa/TBC sudah berat dapat menurunkan kondisi tubuh ibu hamil, tenaga dan termasuk ASI ikut berkurang, bahkan ibu dianjurkan untuk tidak memberi ASI
kepada bayinya secara langsung .
2.5.3 Anemia Wanita tidak hamil mempunyai nilai normal hemoglobin 12 -15 gr%. Angka tersebut juga berlaku untuk wanita hamil, terutama wanita yang mendapat pengawasan selama hamil. Oleh karena itu, pemeriksaan hemoglobin harus menjadi pemeriksaan darah rutin selama pengawasan antenatal, yaitu dilakukan setiap 3 bulan atau paling sedik it 1 kali pada pemeriksaan pertama atau pada triwulan pertama dan sekali lagi pada triwulan terakhir . Keluhan yang dirasakan ibu hamil adalah: lemas badan, lesu, lekas
lelah, mata berkunang-kunang, jantung berdebar. Pengaruh anemia terhadap kehamilan antara lain: dapat menurunkan daya tahan ibu hamil sehingga ibu mudah sakit, menghambat pertumbuhan janin sehingga bayi lahir dengan berat badan rendah dan persalinan prematur.
2.5.4 Malaria Keluhan yang dirasakan oleh ibu hamil antara lain panas tinggi, menggigil sampai keluar keringat, sakit kepala, muntah -muntah. Bila penyebab malaria ini disertai dengan panas yang tinggi dan anemia, maka akan mengganggu ibu hamil dan kehamilannya. Bahaya yang mungkin terjadi antara lain abortus/keguguran, kematian janin dalam kandungan, dan persalinan prematur.
2.5.5 Diabetes Mellitus Dugaan adanya kencing manis pada ibu hamil apabila :
Ibu pernah mengalami beberapa kali kelahiran bayi yang besar
dengan berat badan lahir bayi lebih dari 4 000 gram.
Pernah mengalami kematian bayi dalam rahim pada kehamilan
minggu-minggu terakhir.
Ditemukan glukosa dalam air seni (pemeriksaan laboratorium), yang
disebut glikosuria.
Pengaruh diabetes mellitus terhadap kehamilan tergantung pada berat ringannya penyakit, pengobatan dan perawatannya. Pengobatan diabetes mellitus menjadi lebih sulit karena pengaruh kehamilan. Kehamilan akan memperberat diabetes mellitus dan memperbesar kemungkinan timbulnya komplikasi seperti koma. Komplikasi yang Tidak Berhubungan Dengan Obstetrik seperti cidera akibat kecelakaan
(kendaraan, keracunan dan kebakaran).
Ibu dengan keadaan tersebut harus diperikasa dan mendapat pengobatan secara teratur oleh dokter. Anjurkan ibu dan keluarganya menabung untuk persiapan persalinannya nanti

2.6 Mengidentifikasi Tanda dan Gejala Penyakit Kandungan Lainnya
2.6.1 Hidramnion Yaitu kehamilan dengan jumlah air ketuban lebih dari 2 liter.
Keadaan ini mulai tampak pada trimester III, dapat terjadi secara perlahan-lahan atau sangat cepat. Pada kehamilan normal, jumlah air ketuban ½ -1 liter. Karena rahim sangat besar akan menekan pada organ tubuh sekitarnya, yang menyebabkan keluhan -keluhan sebagai berikut:
Sesak napas, karena sekat rongga dada terdorong ke atas.
Perut membesar, nyeri perut karena rahim berisi air ketuban ?2 liter.
Pembengkakan pada kedua bibir kemaluan dan tungkai.
2.6.2 Oligohidramnion. Bila banyaknya air ketuban kurang dari 500 cc.Biasanya cairan kental, keruh, berwarna kuning kehijau-hijauan. Diduga ada kaitannya dengan renal agenesis janin. Kalau terjadi pada kehamilan muda akan menyebabkan gangguan pertumbuhan janin, seperti deformitas dan amputasi ekstremitas. Uterus tampak lebih kecil, dan detak jantung sudah terdengar lebih dini dan jelas. Karena kurangnya cairan maka pergerakan anak akan menyulitkan si ibu. Prognosis untuk janin tidak begitu baik.
2.6.3 Mola Hidatidosa
Gejala yang dapat ditemukan pada mola hidatidosa :
Adanya tanda-tanda kehamilan disertai dengan perdarahan. Perdarahan ini biasa intermitten, sedikit-sedikit atau sekaligus banyak sehingga menyebabkan syok atau kematian karena perdarahan ini, maka umumnya mola hidatidosa masuk RS dalam keadaan anemia. Perdarahan uterus abnormal yang bervariasi dari spotting sampai perdarahan hebat merupakan gejala yang paling khas dari kehamilan mola dan pertama kali terlihat antara minggu keenam dan kedelapan setelah amenore. Sekret berdarah yang kontinyu atau intermitten dapat berkaitan dengan keluarnya vesikel-vesikel yang menyerupai buah anggur.
Hiperemesis gravidarum, yang ditandai dengan nausea dan vomiting yang berat.
Tanda-tanda pre-eklampsia pada Trimester I
Tanda-tanda tirotoksikosis, adanya hipertiroidisme dimana sekitar 7 % pasien dengan takikardi, tremor dan kulit yang hangat.6 mola yang disertai tirotoksikosis mempunyai prognosis yang lebih buruk, baik dari segi kematian maupun kemungkinan terjadinya keganasan. Biasanya penderita meninggal karena krisis tiroid.
Kista lutein unilateral/bilateral. Mola hidatidosa sering disertai dengan kista lutein. Umumnya kista imi segera menghilang setelah jaringan mola dikeluarkan, tetapi ada juga kasus-kasus dimana kista lutein baru ditemukan pada waktu follow up. Kasus mola dengan kista lutein mempunyai resiko 4 kali lebih besar untuk mendapatkan degenerasi keganasan dikemudian hari dari pada kasus-kasus tanpa kista.
Umumya uterus lebih besar dari usia kehamilan .
Tidak dirasakan tanda-tanda adanya gerakan janin, balottement kecuali pada mola parsial.
Kadar gonadotropin chorion tinggi dalam darah dan urin.
Emboli paru. Penyulit lain yang mungkin terjadi ialah emboli sel trofoblas keparu-paru. Sebetulnya pada tiap kehamilan selalu ada migrasi sel trofoblas ke peredaran darah kemudian keparu-paru tanpa memberikan gejala apa-apa tetapi pada mola kadang-kadang jumlah sel trofoblas ini demikian banyak sehingga dapat menimbulkan emboli paru-paru akut yang bisa menyebabkan kematian.
Keluar jaringan mola seperti buah anggur atau mata ikan (tidak selalu ada), yang merupakan diagnosa pasti.
Identifikasi dengan Inspeksi :
Muka dan kadang-kadang badan kelihatan pucat kekuning-kuningan yang disebut muka mola (mola face)
Kalau gelembung mola keluar dapat dilihat jelas
Identifikasi dengan Palpasi :
Uterus membesar tidak sesuai dengan umur kehamilan, terasa lembek.
Tidak terba bagian-bagian janin dan ballotement, juga gerakan janin
Adanya fenomena harmonika : darah dan gelembung mola keluar dan fundus uteri turun lalu naik lagi karena terkumpulnya darah baru
Identifikasi Auskultasi :
Tidak terdengar denyut jantung janin.
Terdengar bising dan bunyi khas.
2.6.4 Varises vagina Sekitar 20-30% ibu hamil mengalami varises. Umumnya varises terjadi di daerah panggul dan anggota gerak bagian bawah. Hal ini karena pembuluh-pembuluh darah di daerah inilah yang berhubungan erat dengan rahim. Gejala varises vagina yang sering detemukan biasanya Ibu hamil mengeluh cepat lelah dan pucat. Si ibu atau dokter mendeteksi dengan cara meraba vagina, jika terasa ada tonjolan maka bisa dipastikan ibu hamil mengalai varises vagina.
2.6.5 Sindroma HELLP Sindroma HELLP adalah pre eklampsia dan eklampsia yang disertai dengan adanya hemolisis, peningkatan enzim hepar, disfungsi hepar dan trombositopenia. (H = Hemolisis; EL = Elevated Liver Enzim; LP = Low Platelets Count)
Tanda dan gejala yang tidak khas : mual, muntah, nyeri kepala, malaise,
kelemahan. (Semuanya mirip tanda dan gejala infeksi virus).
Tanda dan gejala pre eklampsia : hipertensi, proteinuria, nyeri epigastrium,
edema, dan kenaikan asam urat.
Tanda-tanda hemolisis intravaskuler :
a. Kenaikan LDH, AST dan bilirubin indirek.
b. Penurunan haptoglobin.
c. Apusan darah tepi : fragmentasi eritrosit.
d. Peningkatan urobilinogen dalam urine.
Tanda kerusakan / disfungsi sel hepatosit : Kenaikan ALT, AST, LDH.
Trombositopenia : Trombosit 150.000/ml atau kurang.
2.7 Kehamilan Yang Perlu Diwaspadai Untuk Menghindari Penyimpangan dan Komplikasi
Umur ibu hamil kurang dari 20 tahun Pada umur di bawah 20 th, rahim dan panggul seringkali belum tumbuh mencapai ukuran dewasa. Akibatnya ibu hamil pada usia itu mungkin mengalami persalinan lama/macet atau gangguan lainnya karena ketidaksiapan ibu untuk menerima tugas dan tanggung jawabnya sebagai orang tua
Umur ibu hamil lebih dari 35 tahun Pada umur 35 tahun atau lebih kesehatan ibu sudah menurun, akibatnya ibu hamil pada usia itu kemungkinan lebih besar untuk mempunyai anak cacat, persalinan lama dan perdarahan.
Jumlah anak 4 orang atau lebih Pada kehamilan rahim ibu teregang oleh adanya janin, bila terlalu sering melahirkan rahim akan semakin lemah. Bila ibu telah melahirkan 4 anak atau lebih makan perlu diwaspadai adanya gangguan pada waktu kehamilan, persalinan dan nifas. Pada kasus ini yang sering terjadi adalah perdarahan.
Jarak kelahiran kurang dari 2 tahun Bila jarak kelahiran dengan anak sebelumnya kurang dari 2 tahun, rahim dan kesehatan ibu belum pulih dengan baik. Kehamilan dalam keadaan ini perlu diwaspadai karena ada kemungkinan pertumbuhan janin kurang baik, mengalami persalinan lama atau perdarahan
Ibu dengan tinggi badan kurang dari 145 cm Bila tinggi badan ibu kurang dari 145 cm perlu diwaspadai bahwa ibu mungkin mempunyai panggul sempit, hingga sulit melahirkan. Walaupun tidak selalu demikian ibu harus merencanakan persalainannya dengan pertolongan bidan atau dokter.
Ibu dengan lingkar lengan atas kurang dari 23,5 cm Ibu yang lingkar lengan atasnya kurang dari 23,5 cm perlu diwaspadai karena berarti ibu mungkin menderita kekurangan energi kronis (KEK) atau kekurangan gizi yang lama. Bila hamil ibu mungkin akan melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR). Pertumbuhan dan perkembangan janin mungkin terhambat, sehingga mempengaruhi kecerdasan anak nantinya.
Riwayat kehamilan dan persalinan sebelumnya Bila ibu hamil pernah mengalami kehamilan dan persalinan yang bermasalah sebelumnya, ibu perlu perlu diperhatikan. Adapun riwayat itu adalah :Perdarahan, kejang-kejang, demam tinggi, persalinan lama (>12 jam), melahirkan dengan caesar, bayi lahir mati.
2.8 Metode dan Cara Identifikasi Pengidentifikasian tanda dan gejala dapat dilakukan dengan pemeriksaan yang meliputi:
Anamnesa
Metode inspeksi
Metode palpasi
Metode Auskultasi
Tes darah
Tes urine
Usg
Rontgen
Dan periksaan penunjang lainnya.
^_^






BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
1. Tanda dan gejala penyimpangan dari keadaan normal kehamilan adalah tanda gejala yang menunjukkan adanya keadaan-keadaan yang tidak normal dari ibu atau bayi yang dikandung yang mengindikasikan adanya bahaya dan terwujud dalam respon anatomis maupun fisiologis..
2. Mengidentifikasi tanda dan gejala penyimpangan dari keadaan normal kehamilan ini bertujuan untuk menafsirkan, menyimpulkan dan menangani indikasi dari gejala penyimpangan tersebut secara sempurna sehingga kesakitan atau kematian ibu dan bayi dapat dicegah.
3. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai: Ibu tidak mau makan dan muntah terus, berat badan ibu hamil tidak naik, perdarahan, bengkak tangan/wajah, sakit kepala, dan dapat diikuti kejang, gerakan janin berkurang atau tidak ada, demam Tinggi, kelainan letak janin, ketuban pecah sebelum waktunya (KPD), nyeri perut yang hebat, selaput kelopak mata pucat

3.2. Saran-saran
1. Bagi penulis
Diharapkan penulis lebih paham dan mengerti tentang tanda dan gejala penyimpangan dari keadaan normal kehamilan.
2. Bagi pembaca
Agar pembaca memahami setiap detil dari makalah ini. Untuk selanjutnya dapat di manfaatkan bagi diri sendiri ataupun orang lain
3. Bagi masyarakat umum
Supaya masyarakat umum lebih mengetahui tentang gejala yang mengancam keselamatan ibu dan bayi untuk dapat diwaspadai.

Tukar link yukk...

 

❤✿ CheeliCious ✿❀ Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare